Sabtu, 13 Maret 2010

Makalah Inovasi Pendidikan

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan, yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolahsepanjang hayat, untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat di masa yang akan datang.
Dalam kondisi zaman sekarang, yaitu zaman era globalisasi, ilmu pengetahuan makin lama makin maju. Tidak mungkin dalam menuntut suatu ilmu pengetahuan, sementara kualitas pendidikan masih dalam keadaan stabil bahkan menurun. Gerak waktu yang dirasakan masyarakat makin cepat, membuat dunia seakan menjadi sempit dan kecil. Begitu pula tidak seimbangnya antara laju pertambahan penduduk di suatu negara dengan pemerolehan pendidikan yang layak di suatu lembaga pendidikan, contohnya sekolah. Ditambah bagaimana seorang rakyat yang tidak mampu memerlukan dana untuk mendapatkan pendidikan yang layak guna menyeimbangkan dengan zaman era globalisasi agar tidak berakibat fatal dan ketinggalan. Bagaimana mungkin seseorang ingin menggapai cita-cita yang tinggi di masa depan sementara pendidikan yang ia peroleh di masa lalu tidak sesuai dengan yang dipersiapkan. Oleh karena itu, dalam menghadapi dunia global, perubahan memang perlu untuk dilakukan. Inilah yang melatarbelakangi bagi kami untuk menyusun sebuah makalah mengenai masalah inovasi pendidikan atau yang dikenal dengan pembaruan pendidikan.

B. Rumusan Masalah
Dari uraian diatas maka kami akan merumuskan masalahnya sebagai berikut:
a. Apa definisi dari inovasi pendidikan ?
b. Apakah masalah-masalah yang menuntut diadakannya inovasi pendidikan ?
c. Apakah tujuan inovasi pendidikan ?
d. Seperti apakah upaya-upaya yang telah dilakukan untuk melaksanakan inovasi pendidikan ?



BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Inovasi Pendidikan
Inovasi atau innovation berasal dari kata to innovate yang mempunyai arti membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang baru. Inovasi kadang pula diartikan sebagai penemuan, namun berbeda maknanya dengan penemuan dalam arti discovery atau invention (invensi). Discovery mempunyai makna penemuan sesuatu yang sebenarnya sesuatu itu telah ada sebelumnya, tetapi belum diketahui. Sedangkan invensi adalah penemuan yang benar-benar baru sebagai hasil kegiatan manusia.
Dengan demikian, terdapat 3 hal yang dapat mewujudkan perubahan yaitu:
 Inovasi memperkenalkan hal yang baru.
 Discovery penemuan sesuatu yang sebenarnya telah ada sebelumnya.
 Invention menciptakan sesuatu yang baru yang tidak pernah ada sebelumnya.
ketiga hal tersebut dapat melengkapi makna dari inovasi, karena inovasi dapat diartikan pula sebagai penemuan yang mana dalam inovasi tercakup discovery dan invensi.
Inovasi di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, dapat diartikan pemasukan atau pengenalan hal-hal yang baru. Arti yang kedua, penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya (gagasan, metode atau alat).
Inovasi dapat dilakukan diberbagai bidang, ekonomi, politik, teknologi, pendidikan, dan masih banyak lagi. Inovasi dilakukan bukan semata-mata untuk trend atau iseng, namun inovasi dilakaukan pastilah memiliki tujuan, dan tujuan tersebut ialah untuk tercapainya suatu perubahan mengarah kepada yang lebih baik.
Sedangkan maksud pengertian inovasi pendidikan di sini ialah suatu perubahan yang baru dan bersifat kualitatif berbeda dari hal yang ada sebelumnya serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan dalam rangka pencapaian tujuan tertentu dalam pendidikan. (189) Dengan kata lain, suatu perubahan yang baru yang menuju ke arah perbaikan atau berbeda dari yang ada sebelumnya.
Ada beberapa pendapat mengenai inovasi pendidikan :
1. Ibrahim (1988) mengemukakan bahwa inovasi pendidikan adalah inovasi dalam bidang pendidikan atau inovasi untuk memecahkan masalah pendidikan. Jadi, inovasi pendidikan adalah suatu ide, barang, metode, yang dirasakan atau diamati berbagai hal yang baru bagi hasil seseorang atau kelompok orang (masyarakat), baik berupa hasil inverse (penemuan baru) atau discovery (baru ditemukan orang), yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau untuk memecahkan masalah pendidikan.
2. Demikian pula Ansyar, Nurtain (1991) mengemukakan adalah gagasan, perbuatan atau sesuatu yang baru dalam konteks sosial tertentu untuk menjawab masalah yang dihadapi.

B. Masalah-masalah yang Menuntut Diadakan Inovasi
Adapun masalah-masalah yang menuntut diadakan inovasi pendidikan di Indonesia, yaitu :
a. Perkembangan ilmu pengetahuan menghasilkan kemajuan teknologi yang mempengaruhi kehidupan sosial, ekonomi, politik, pendidikan dan kebudayaan bangsa Indonesia.
Sistem pendidikan yang dimiliki dan dilaksanakan di Indonesia belum mampu mengikuti dan mengendalikan kemajuan-kemajuan tersebut sehingga dunia pendidikan belum dapat menghasilkan tenaga-tenaga pembangunan yang terampil, kreatif, dan aktif sesuai dengan tuntutan dan keinginan masyarakat.
b. Laju eksplosi penduduk yang cukup pesat, yang menyebabkan daya tampung, ruang dan fasilitas pendidikan yang sangat tidak seimbang.
c. Melonjaknya aspirasi (harapan dan tujuan untuk keberhasilan pada masa yang akan datang) dan animo (hasrat dan keinginan yang kuat) masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik, sedangkan di satu sisi kesempatan itu sangat terbatas sehingga terjadilah kompetensi atau persaingan yang sangat ketat. Berkenaan dengan ini pula sekarang bermunculanlah sekolah-sekolah favorit, plus, bahkan unggulan.
d. Mutu pendidikan yang dirasakan makin menurun, yang belum mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
e. Kurang adanya relevansi antara pendidikan dan kebutuhan masyarakat yang sedang membangun.
f. Belum mekarnya alat organisasi yang efektif, serta belum tumbuhnya suasana yang subur dalam masyarakat untuk mengadakan perubahan-perubahan yang dituntut oleh keadaan sekarang dan yang akan datang.

C. Tujuan Inovasi Pendidikan
Tujuan inovasi pendidikan adalah meningkatkan efisiensi, relevansi, kualitas dan efektivitas : sarana serta jumlah peserta didik sebanyak-banyaknya, dengan hasil pendidikan sebesar-besarnya (menurut kriteria kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan pembangunan), dengan menggunakan sumber, tenaga, uang, alat dan waktu dalam jumlah yang sekecil-kecilnya.
Kalau dikaji, arah tujuan inovasi pendidikan Indonesia tahap demi tahap, yaitu :
a. Mengejar ketinggaian-ketinggalan yang dihasilkan oleh kemajuan-kemajuan ilmu dan teknologi sehingga makin lama pendidikan di Indonesia makin berjalan sejajar dengan kemajuan-kemajuan tersebut.
b. Mengusahakan terselenggarakannya pendidikan sekolah maupun luar sekolah bagi setiap warga negara. Misalnya meningkatkan daya tampung usia sekolah SD, SLTP, SLTA, dan Perguruan Tinggi.
Di samping itu,. akan diusahakan peningkatan mutu yang dirasakan makin menurun dewasa ini. Dengan sistem penyampaian yang baru, diharapkan peserta didik menjadi manusia yang aktif, kreatif, dan terampil memecahkan masalahnya sendiri.
Tujuan jangka panjang yang hendak dicapai ialah terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya.

D. Contoh Pelaksanaan Inovasi Pendidikan
Pemerintah telah melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan mutu pendidikan di semua jenjang dan jenis pendidikan. Komitmen pemerintah tersebut tentunya penting didukung. Hanya perlu diingat, untuk memajukan mutu pendidikan tidak cukup diandalkan dengan alokasi dana yang besar saja. Kalau tidak dibarengi dengan perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian yang benar, maka jelas akan tidak efektif dan efisien.
Ada banyak beberapa contoh bagaimana pelaksanaan inovasi pendidikan di Indonesia. Salah satunya adalah Sistem PAMONG. Perkataan PAMONG sendiri adalah singkatan dari Pendidikan Anak oleh Masyarakat, Orang Tua dan Guru dan telah dipergunakan sejak kegiatan pencarian alternative atau pelengkap bagi pendidikan dasar pada umumnya, proyek ini berawal dari proyek kerjasama antara BP3K Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dengan SEAMEO Regional “Innotech Centre” (Innovation and Educational Technology) pada tahun 1974-1979. Lokasi proyek ini terletak di Solo, Jawa Tengah. Pada dasarnya system ini mengetengahkan peranan baru bagi guru dari pengajaran di muka kelas menjadi pengelola kegiatan belajar. Sebagai pengelola ia harus dapat meningkatkan kemampuannya,sehingga tidak lagi terbatas pada jumlah 40 orang murid yang di hadapi seperti lazimnya, tetapi diharapkan mampu mengelola antara 80-100 orang. Murid-murid belajar sendiri dengan menggunakan modul yaitu suatu satuan pengajaran yang tercetak, dimana pelajaran telah tersusun dan terprogram sedemikian rupa meliputi tujuan pengajaran, informasi bahan, latihan dan riset, serta kegiatan praktikum, tes, serta ujian. Sehingga modul itu “ dapat mengajar sendiri” Dengan demikian guru dapat mengalihkan kegiatan mengajar menjadi supervise dan memberikan konsultasi kepada murid-murid.
Salah satu prinsip system SD PAMONG adalah bahwa belajar dapat berlangsung diberbagai tempat, artinya system SD PAMONG berusaha untuk mengubah pandangan bahwa belajar hanya dapat terjadi di dalam gedung sekolah dan bahwa jika anak putus sekolah juga berarti putus belajar. Dengan demikian system SD PAMONG di samping merupakan usaha serta kegiatan lain untuk meningkatkan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, juga berusaha menciptakan wadah dan kesempatan bagi anak yang karena satu dan lain hal; terpaksa tidak dapat belajar di sekolah biasa.

Contoh pelaksanaan inovasi pendidikan lainnya adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN). Tujuan proyek KKN adalah melengkapi para mahasiswa dengan pengalaman praktis tentang kebutuhan dan masalah pembangunan masyarakat pedesaan, serta penyediaan tenaga kerja terdidik untuk pembangunan di 58.000 desa yang tersebar di seluruh Indonesia. Rencana tersebut dimulai tahun 1971 atau 1972 oleh 3 universitas yang merintis melaksanakan proyek tersebut. Menurut rencana tahun 1975 atau 1976 sebanyak 28 Lembaga Pendidikan Tinggi sudah bergiat dengan KKN dan selanjutnya seluruh mahasiswa di tingkat terakhir kurang lebih sebanyak 23.000 orang setahunnya akan terlibat kegiatan KKN. Jelas bahwa KKN akan menyediakan tenaga-tenaga akademik yang terampil, berpengalaman langsung secara praktis tentang kebutuhan dan masalah pembangunan masyarakat pedesaan dan bukan sekedar berpengetahuan teori dari bangku kuliah saja.
Selain pelaksanaan inovasi pendidikan melalui dua hal tersebut, juga terdapat pelaksanaannya melalui SMP Terbuka, Radio pendidikan, Televisi Pendidikan dan lain-lain.

BAB III
PENUTUP
A. Analisa
Dari materi di atas, dapat dianalisa bahwasanya masyarakat Indonesia memerlukan perubahan terutama dalam bidang pendidikan. Yang mana tanggung jawab pendidikan tidak terlepas dari peran pemerintah, masyarakat dan orangtua. Dalam menghadapi dunia global ini, kita sebagai warga negara yang baik, siapapun dan apapun profesi kita dengan bidang dan keahlian masing-masing, harus berperan aktif secara bertahap dan terencana meningkatkan kualitas pendidikan dalam kerangka mewujudkan SDM yang berkualitas. Pemerintah pun telah melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan mutu pendidikan di semua jenjang dan jenis pendidikan. Kita berharap kiranya alokasi dana yang cukup signifikan akan menghasilkan pendidikan berkualitas, dan tentunya untuk sampai kepada pendidikan bermutu memerlukan perencanaan yang matang. Mustahil akan tercapai kalau tahun ini kita programkan dan tahun depan dapat hasilnya. Sebab persoalan pendidikan bukan perkara mudah, merekayasa pendidikan perlu waktu dan pemikiran bersama, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Oleh karena itu, keberhasilan dan peningkatan mutu pendidikan menjadi tujuan dan cita-cita kita bersama. Masing-masing kita ambil peran dan bertanggung jawab sesuai dengan tugas dan fungsi kita masing-masing. Kita harus bersatu padu, saling menunjang dan tentunyaakan memberikan sumbang saran agar cita-cita ini berhasil.

B. Kesimpulan
Pengertian inovasi pendidikan ialah suatu perubahan yang baru dan bersifat kualitatif berbeda dari hal yang ada sebelumnya serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan dalam rangka pencapaian tujuan tertentu dalam pendidikan. Masalah-masalah yang menuntut diadakannya inovasi pendidikan adalah Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, lajunya pertambahan penduduk, meningkatnya animo masarakat untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik, menurunnya kualitas pendidikan, serta belum mekarnya alat organisasi yang efektif. Tujuan inovasi pendidikan adalah meningkatkan efisiensi, relevansi, kualitas dan efektivitas : sarana serta jumlah peserta didik sebanyak-banyaknya, dengan hasil pendidikan sebesar-besarnya (menurut kriteria kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan pembangunan), dengan menggunakan sumber, tenaga, uang, alat dan waktu dalam jumlah yang sekecil-kecilnya. Pelaksanaan inovasi di Indonesia banyak sekali diantaranya sistem Pamong, Kuliah Kerja Nyata, SMP terbuka, Radio Pendidikan, Televisi Pendidikan dan lain-lain.
C. Saran
Demikianlah makalah yang kami berisikan tentang Inovasi Pendidikan. Makalah inipun tak luput dari kesalahan dan kekurangan maupun target yang ingin dicapai. Adapun kiranya terdapat kritik, saran maupun teguran digunakan sebagai penunjang pada makalah ini. Sebelum dan sesudahnya kami ucapkan terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA


Guruw. Diakses dari http://guruw.wordpress.com/2008/12/20/inovasi-pendidikan/ pada tanggal 6 november 2009.
Hasbullah. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2006.
Ihsan, Fuad Drs. Dasar-Dasar Kependidikan. Jakarta: PT RINEKA CIPTA, 2003.
Inovasi Pendidikan. Diakses dari http://inovasipendidikan.wordpress.com/2007/12/04/landasan-teori-inovasi-pendidikan/ pada tanggal 5 november 2009.
Isjoni, Drs.H. Saatnya Pendidikan Kita Bangkit. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.
Mudyaharjo, Redja. PENGANTAR PENDIDIKAN: Sebuah Studi Awal Tentang Dasar-Dasar Pendidikan pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2002.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar